Lombok Timur — NTB Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, beserta Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, S.IP., M.Si., melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah teritorial Kodim 1615/Lombok Timur dalam rangka meninjau pelaksanaan Apel Dansat Jajaran Korem 162/Wira Bhakti sekaligus meninjau Jembatan Aramco di wilayah Lombok Timur, (27/08/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Villa Ara, Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, tersebut diikuti 155 peserta yang terdiri dari peserta Apel Dansat, penyelenggara, dan pendukung kegiatan.
Turut hadir Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief, S.Sos., para pejabat utama Korem 162/WB, Forkopimda Kabupaten Lombok Timur serta seluruh peserta Apel Dansat Jajaran Korem 162/WB.
Dalam sambutannya, Danrem 162/WB Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief, S.Sos., menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pangdam IX/Udayana yang berkenan hadir dan memberikan pengarahan secara langsung kepada para Dansat.
“Kami atas nama Danrem 162/WB mengucapkan terima kasih kepada Bapak Pangdam IX/Udayana yang telah hadir di tempat acara. Para peserta Apel Dansat sebanyak 153 orang sangat antusias dan siap menerima pengarahan Bapak Pangdam,” ungkap Danrem.
Pangdam Tekankan Pentingnya Kirpat dan Kecepatan Bertindak
Dalam arahannya, Pangdam IX/Udayana menegaskan bahwa setiap Komandan Satuan harus memiliki *Perkiraan Cepat (Kirpat)* dalam setiap pelaksanaan tugas. Kemampuan membaca situasi dan mengambil keputusan secara cepat dan tepat menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai dinamika di lapangan.
Pangdam juga menekankan agar para Dansat tidak hanya memahami program tetap satuan, tetapi juga mampu menyelesaikan berbagai tugas tambahan yang diberikan, termasuk Program Pekarangan Pangan Anggota (PPA), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDPM), pembangunan jembatan, serta program ketahanan pangan.
“Jangan menunda pekerjaan. Laksanakan setiap tugas dengan cepat dan tepat,” tegas Pangdam.
Selain itu, para Dansat diingatkan untuk benar-benar menguasai kondisi wilayah masing-masing, termasuk memahami potensi ancaman bencana alam dan langkah yang harus dilakukan apabila terjadi keadaan darurat.
Pangdam mencontohkan kejadian bencana di Flores yang berdampak terhadap sejumlah kabupaten sebagai pembelajaran penting bagi seluruh unsur kewilayahan agar selalu siap menghadapi setiap kemungkinan.
Menurutnya, penguasaan wilayah harus dilakukan melalui pengumpulan keterangan yang cepat, dilanjutkan dengan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi yang sebenarnya.
“Setiap kejadian harus segera dikroscek di lapangan. Kuasai wilayah, kumpulkan keterangan, dan ambil tindakan sesuai kebutuhan,” pesan Pangdam.
Babinsa sebagai Ujung Tombak Pembinaan Wilayah
Pangdam IX/Udayana juga memberikan perhatian terhadap peran Babinsa sebagai ujung tombak satuan kewilayahan. Babinsa yang menunjukkan kinerja dan prestasi harus mendapatkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi dan motivasi dari pimpinan.
Dalam rangka mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat, para Danramil juga diperintahkan untuk mengoptimalkan peran Babinsa dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari kepedulian bersama untuk mendukung terwujudnya “NTB Nihil Asap”.
Tidak kalah penting, para Dansat diminta menguasai situasi dan kondisi geografi, demografi, serta kondisi sosial masyarakat (Geo Demo Komsos) di wilayah masing-masing sebagai modal utama dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas.
Gubernur NTB Apresiasi Pengabdian TNI di Tengah Masyarakat
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, S.I.P., M.Si., turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran Pangdam IX/Udayana serta pengabdian para prajurit TNI yang senantiasa hadir di tengah masyarakat.
Gubernur NTB menilai kehadiran TNI, khususnya Babinsa, bersama Bhabinkamtibmas dan para pelayan Posyandu, sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat karena berada di garis terdepan dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat desa.
“Dalam kondisi perang maupun damai, TNI yang humanis dan memberikan manfaat bagi masyarakat selalu dapat dirasakan kehadirannya,” ujar Gubernur NTB.
Gubernur juga menitipkan masyarakat NTB kepada TNI dan Polri agar bersama-sama mewujudkan NTB yang semakin maju dan sejahtera.
“Sebagai Gubernur NTB dan pribadi, saya memohon dengan sangat kepada TNI, tolong bantu saya dan warga NTB dalam menuntaskan permasalahan masyarakat yang ada di desa, karena kata-kata Babinsa dan Bhabinkamtibmas sangat didengar oleh warganya,” ungkapnya.
Perkuat Sinergi dan Implementasikan Arahan Pimpinan
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan Hymne Korem 162/Wira Bhakti serta pemberian cenderamata dari Danrem 162/WB kepada Pangdam IX/Udayana dan Gubernur NTB sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi.
Kegiatan Apel Dansat merupakan momentum penting untuk menyamakan visi dan misi, mengevaluasi pembinaan satuan, serta meneruskan instruksi dan kebijakan komando atas kepada seluruh unsur komandan di lapangan.
Melalui pengarahan Pangdam IX/Udayana, seluruh peserta Apel Dansat diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan, disiplin, loyalitas tegak lurus, profesionalisme, serta kecepatan dan ketepatan dalam bertindak di satuan masing-masing.
Usai seluruh rangkaian kegiatan di Sembalun, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto beserta rombongan melanjutkan perjalanan menuju Jembatan Aramco, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading, yang sebelumnya telah diresmikan secara serentak oleh Presiden Republik Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.
Penrem162.






