Lombok Barat, NTB — Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto bersama Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief, S.Sos., menghadiri kegiatan silaturahmi dan pengarahan strategis bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) RI, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) wilayah Nusa Tenggara dan Maluku yang berlangsung di Ballroom Hotel Merumatta Senggigi, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat, aparat keamanan, dan pemerintah daerah guna menjaga stabilitas politik dan keamanan di kawasan timur Indonesia.
Dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan, para peserta tampak berdiskusi serta bertukar pandangan terkait langkah-langkah strategis menghadapi dinamika sosial maupun tantangan keamanan yang terus berkembang.
Kehadiran Pangdam IX/Udayana dan Danrem 162/WB mencerminkan komitmen TNI dalam mendukung kebijakan pemerintah sekaligus memperkuat sinergitas bersama seluruh unsur Forkopimda demi menjaga persatuan, stabilitas nasional, serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah kepulauan.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam arahannya menegaskan pentingnya memperkuat peran Forkopimda, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan Tim Penanganan Konflik Sosial (TPKS) sebagai fondasi utama menjaga stabilitas daerah.
“Saya lihat ada tiga hal di daerah yang sangat penting untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan, salah satunya Forkopimda karena forum ini diisi pimpinan yang memiliki kewenangan besar dan sangat berpengaruh,” ujar Mendagri.
Beliau juga menekankan pentingnya langkah preventif melalui peran aktif FKUB dalam menjaga kerukunan masyarakat agar potensi konflik dapat dicegah sejak dini.
Sementara itu, Menkopolkam RI Djamari Chaniago mengajak seluruh unsur pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk terus menjaga soliditas serta memperkuat komunikasi lintas sektor demi menciptakan kawasan timur Indonesia yang aman, damai, dan harmonis.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, jajaran Forkopimda, Kapolda, Danrem, serta para kepala daerah wilayah Nusa Tenggara dan Maluku.
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menyampaikan bahwa sinergitas lintas sektor merupakan kekuatan utama dalam menjaga stabilitas wilayah, terlebih di kawasan kepulauan yang memiliki tantangan geografis dan sosial yang kompleks.
“Kami siap mendukung penuh setiap kebijakan pemerintah pusat maupun daerah dalam menjaga keamanan, persatuan, dan ketertiban masyarakat. Stabilitas wilayah adalah pondasi utama pembangunan,” tegas Pangdam.
Senada dengan itu, Danrem 162/WB Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief, S.Sos., menuturkan bahwa komunikasi yang baik antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci terciptanya situasi yang kondusif.
“Sinergi tidak cukup hanya dibangun di tingkat pimpinan, tetapi harus sampai menyentuh masyarakat. Kehadiran aparat di tengah rakyat harus mampu memberi rasa aman, nyaman, dan solusi,” ungkap Danrem.
Melalui kegiatan silaturahmi dan arahan strategis tersebut, semangat kebersamaan serta komitmen menjaga keutuhan bangsa kembali ditegaskan. Sinergitas antarlembaga diharapkan semakin kuat guna mendukung stabilitas keamanan dan percepatan pembangunan di kawasan timur Indonesia.
Penrem162.



