DHUAJA

LAMBANG DHUAJA

KOREM 162/WIRA BHAKTI

logo KOREM 162/WIRA BHAKTI

ARTI, BENTUK DAN MAKNA

DHUAJA KOREM 162/WIRA BHAKTI

1. ARTI

 

Kata Wira Bhakti dalam lambang Dhuaja Korem 162/WB memiliki arti yaitu kata Wira diartikan sebagai kesatria atau pahlawan, sedang kata Bhakti bermakna kuat atau ampuh baik jiwa dan kesaktiannya. Wira Bhakti melambangkan jiwa kepahlawanan, kebesaran jiwa dan kepemimpinan yang kuat.

 

2. BENTUK  

 

Lambang Dhuaja Korem 162/WB berbentuk Persegi panjang dengan ukuran 60 x 90 cm, berwarna hijau rumput, dengan tepi berjumbai yang berwarna kuning keemasan dengan panjang 7 cm. Pada bagian muka kanan bertuliskan Lambang Pataka Kodam IX/Udayana “Garuda Wijaya“, sedangkany pada bagian muka kiri dilukiskan Lambang Dhuaja Korem 162/Wira Bhakti.

 

Adapun tata warnanya berwarna merah, putih, kuning, hitam, hijau dan biru dan bertuliskan ”Wira Bhakti” berwarna putih. Lukisan bintang yang terdapat pada Lambang Dhuaja Korem 162/WB bersudut 5 berwarna kuning keemasan, Gunung Rinjani, Kijang, perisai dan pemukul, 3 teras dasar bumi, pita berhuruf latin/cetak ”Wira Bhakti ”, padi dan kapas. Bahannya terbuat dari kain beludru berwarna hijau rumput, kain sutera dan benang berwarna.

 

3. MAKNA

 

Lambang Dhuaja Korem 162/Wira Bhakti berarti bahwa setiap prajurit TNI sebagai pahlawan harus memiliki kebaktian tulus, ikhlas dan rela dalam pengabdiannya terhadap negara, nusa dan bangsa.  Cita-cita serta kewajiban Korem 162/Wira Bhakti diwujudkan dengan lukisan-lukisan yang bermakna sebagai berikut :

 

a. Bintang bersudut 5 berwarna kuning keemasan adalah simbol TNI Angkatan Darat, melambangkan suatu cita-cita yang luhur dan penuh harapan setinggi-tingginya, untuk mencapai hasil yang gemilang dalam pelaksanaan tugas.

 

b. Gunung Rinjani adalah salah satu gunung tertinggi di pulau Lombok yang melambangkan keagungan bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat.

 

c.  Kijang adalah hewan hutan yang banyak terdapat di Pulau Sumbawa yang melambangkan kemakmuran, kelincahan dalam gerak dan tindakan.

 

d.  Perisai dan pemukul adalah merupakan alat atau senjata tradisional masyarakat Nusa Tenggara Barat, umumnya dinamakan Ende bagai masyarakat Lombok yang melambangkan sifat keuletan dari rakyat dalam mempertahankan wilayah serta sanggup menghancurkan setiap tantangan dan mengatasi segala macam kesulitan.

 

e. Tiga teras dasar bumi bermakna bahwa bumi berwatak suci dan sentosa yang melambangkan bahwa dalam melaksanakan kebijaksanaan, TNI AD senantiasa berpedoman kepada dasar doktrin perang revolusi Tri Ubaya Cakti.

 

f. Padi dan Kapas adalah hasil kekayaan alam Indonesia yang melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan di bidang sandang dan pangan rakyat. Pada dan kapas memiliki rangkaian susunan 17 buah kelopak kapas, 8 buah kapas dan 45 butir padi yang mengingatkan rakyat Indenesia pada detik-detik Proklamasi 17 Agustus 1945.

 

g. Tata warna, melambangkan sifat-sifat sebagai berikut :

 

1) Merah :  Keberanian yang gagah perkasa

2) Putih :  Kesucian yang bersih tanpa pamrih

3) Kuning :  Keluhuran yang bijaksana dan cedekia

4) Hitam :  Kemantapan, keteguhan dan kekekalan

5) Hijau :  Do’a harapan dan kepercayaan; dan

6) Biru :  Kesetiaan.

 

c. Wilayah  :  Provinsi Nusa Tenggara Barat.