Lombok Tengah, NTB – Satgas TMMD ke-124 Kodim 1620/Lombok Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam membangun desa dan menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Salah satu program unggulan yang kini tengah berjalan adalah pembangunan enam unit sumur bor di lima desa di Kabupaten Lombok Tengah, Senin (19/05/25).
Pembangunan ini menyasar Desa Kawo, Desa Segala Anyar, Desa Sengkol (2 unit), dan Desa Tanak Awu (2 unit) yang selama ini menghadapi tantangan serius dalam akses terhadap air bersih, terutama saat musim kemarau tiba. Sumur-sumur bor ini tidak hanya menggali sumber air baru, tetapi juga membangun fasilitas pendukung seperti pompa air, tandon penampungan dan jaringan distribusi sederhana untuk memastikan kemanfaatan yang optimal bagi masyarakat.
Komandan Satgas TMMD ke-124, Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti, menyatakan bahwa pembangunan sumur bor merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. “Kami hadir bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menjalin kebersamaan yang kuat dengan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Komandan Korem 162/Wira Bhakti, Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief, S.Sos., memberikan apresiasi dan menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif ini.
“Air adalah sumber kehidupan. Kehadiran enam sumur bor ini bukan hanya memberikan akses fisik terhadap air bersih, tapi juga membawa harapan, kesehatan dan kualitas hidup yang lebih baik bagi saudara-saudara kita di desa. Semangat gotong royong dalam TMMD adalah kekuatan kita untuk terus membangun dan memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat,” ujar Danrem.
Masyarakat pun menyambut baik kehadiran sumur bor ini. Salah satu tokoh masyarakat Desa Sengkol, Suryadi, mengungkapkan rasa syukur dan harunya. “Bertahun-tahun kami hanya mengandalkan air hujan. Bantuan sumur bor ini sungguh sangat berarti. Terima kasih kepada TNI dan Satgas TMMD,” ucapnya.
Pengerjaan sumur bor ini dilakukan melalui sinergi antara prajurit TNI, masyarakat serta dinas teknis pemerintah daerah. Mulai dari penggalian hingga instalasi sistem distribusi, dilakukan secara gotong royong. Kolaborasi ini menjadi bukti kuat bahwa pendekatan terpadu adalah kunci dalam pembangunan desa.
Program TMMD ke-124 tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan, jembatan, embung dan sumur bor, namun juga mencakup kegiatan non-fisik strategis. Mulai dari penyuluhan kesehatan, pendidikan karakter, bela negara, hingga program peningkatan ekonomi desa, menjadikan TMMD sebagai solusi holistik dalam pembangunan wilayah terpencil.
Dengan semangat “Dari Desa untuk Indonesia Maju,” program TMMD ke-124 terus hadir memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. (Penrem162)

