Bima, NTB – Warga Kabupaten Bima digemparkan dengan penemuan mayat seorang pria tak dikenal yang tewas tergantung di kawasan hutan Gunung Ndudu Jara, Desa Risa, Kecamatan Woha, pada Sabtu (7/6/2025). Penemuan tragis ini memicu respons cepat dan kolaborasi heroik dari berbagai instansi, termasuk Babinsa, Tim SAR, dan kepolisian, dalam upaya evakuasi di medan yang sulit.

Penemuan bermula sekitar pukul 12.00 WITA ketika sekelompok pemuda Desa Risa yang sedang berkemah mencium bau tak sedap. Rasa penasaran membawa mereka pada pemandangan mengerikan, sesosok mayat pria yang tergantung di pohon menggunakan tali nilon. Tanpa menunda, mereka segera melaporkan temuan ini kepada Serka Suhardi, Babinsa Desa Risa.

Dengan sigap, Serka Suhardi langsung memverifikasi lokasi dengan berjalan kaki selama 90 menit menembus lebatnya hutan. Setelah memastikan kebenaran laporan, koordinasi cepat pun dilakukan dengan Babinkamtibmas, Kepala Desa Risa, dan Danramil 1608-04/Woha untuk meminta bantuan Tim SAR Bima, Puskesmas Woha dan Tim Inafis Polres Bima.

Proses evakuasi berlangsung dramatis sejak pukul 12.30 WITA hingga 17.55 WITA. Medan yang sangat sulit dan lokasi yang terpencil menjadi kendala utama. Babinsa bersama warga setempat berinisiatif mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) sambil menanti kedatangan tim gabungan.

Pukul 15.40 WITA, personel Polsek Woha, Tim Inafis dan Basarnas akhirnya tiba di lokasi untuk memulai olah TKP dan proses evakuasi. Di bawah pengawasan langsung Danramil 1608-04/Woha Kapten Cba Iwan Budi Susanti SH dan Kapolsek Woha, jenazah akhirnya berhasil dievakuasi ke Desa Risa pada pukul 17.55 WITA. Selanjutnya, jenazah dipindahkan menggunakan ambulans Puskesmas Monta menuju RSUD Bima untuk pemeriksaan visum guna mengungkap penyebab kematian.

Hingga rilis berita ini diturunkan, identitas korban masih belum diketahui mengingat kondisi jenazah yang sudah membusuk. Aparat kepolisian terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab kematian misterius ini.

Komandan Korem 162/Wira Bhakti, Brigjen TNI Sjasul Arief, S. Sos., menyampaikan apresiasi atas sinergitas yang terjalin dalam penanganan kasus ini. “Keberhasilan evakuasi jenazah di medan yang sulit ini adalah bukti nyata dari soliditas dan profesionalisme tim gabungan, khususnya peran aktif Babinsa yang menjadi ujung tombak di lapangan. Kami turut prihatin atas kejadian ini dan berharap identitas korban segera terungkap agar kasus ini dapat terang benderang.

TNI akan selalu siap bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah,” ujarnya.

(Penrem162)