Lombok Tengah, NTB – Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124, Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti, bergerak cepat memastikan patok batas lahan warga yang dihibahkan untuk pembukaan jalan baru tidak bergeser seinchi pun. Aksi sigap ini dilakukan untuk menjamin program TMMD berjalan sesuai rencana dan menghormati keikhlasan warga.

Penegasan keras terkait batas lahan ini sebelumnya juga disampaikan oleh Komandan Korem 162/Wira Bhakti kepada Dansatgas TMMD ke-124. Beliau menekankan bahwa kepatuhan terhadap batas wilayah garapan adalah harga mati, dan keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari banyaknya pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas pelaksanaan dan ketaatan pada perencanaan.

“Garis demarkasi lahan garapan adalah harga mati! Jangan sampai ada perluasan atau pergeseran batas yang tidak sesuai rencana,” tegas Danrem 162/WB. “Kita hadir untuk membantu masyarakat, dan semua harus terukur dan tertib.”

Lebih lanjut, Danrem juga menginstruksikan agar komunikasi intensif dengan perangkat desa, tokoh masyarakat, dan pihak terkait terus dijalin. Keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan TMMD dianggap krusial demi kelancaran dan keberhasilan program.

Apresiasi tinggi pun disampaikan Danrem kepada seluruh personel Satgas TMMD ke-124 atas dedikasi dan semangat mereka. “Saya percaya, dengan komitmen kuat, disiplin tinggi, dan kepatuhan pada aturan, TMMD ke-124 akan sukses dan bermanfaat nyata bagi NTB. Ingat, setiap tindakan kita adalah cerminan TNI di mata rakyat. Bekerjalah dengan profesional, tulus, dan bertanggung jawab!” serunya.

Sementara itu, Dansatgas Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti langsung menerjunkan anggotanya untuk mengecek langsung batas-batas lahan hibah warga. “Pengecekan ini untuk memastikan lahan yang sudah dihibahkan tidak keluar dari ketentuan awal,” ujarnya pada Jumat (9/5/2025).

Menurutnya, pembukaan jalan baru tani ini sepenuhnya memanfaatkan lahan hibah dari warga yang dengan sukarela menyerahkan sebagian kecil tanahnya demi terwujudnya akses yang lebih baik untuk aktivitas sehari-hari.

“Keikhlasan warga ini sungguh luar biasa. Jalan baru ini akan sangat bermanfaat, bukan hanya bagi yang menghibahkan, tapi juga bagi seluruh masyarakat setempat,” ungkap Bang Karim, sapaan akrab Dansatgas.

Sebelumnya, warga harus memikul hasil panen mereka. Kini, dengan adanya jalan baru, mobilitas dan aktivitas warga akan jauh lebih mudah. “Ini adalah harapan besar masyarakat,” imbuhnya.

Lahan yang dihibahkan pun beragam, mulai dari sawah, ladang, kebun, hingga pelebaran jalan yang sudah ada. Rata-rata, warga menghibahkan antara 1 hingga 2 meter lahan untuk mewujudkan jalan usaha tani dengan lebar ideal 3 hingga 4 meter, yang memungkinkan kendaraan roda empat melintas. “Tujuannya jelas, untuk memudahkan aktivitas warga,” pungkas Dansatgas.

(Penrem162)