Mataram, NTB – Korem 162/Wira Bhakti menegaskan komitmennya dalam memerangi narkoba melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Aula Sudirman Makorem 162/WB, Selasa (17/06/25).

Sosialisasi ini dibuka oleh Komandan Korem 162/Wira Bhakti, Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa narkoba adalah ancaman serius bagi bangsa dan negara. “Narkoba menyasar siapa saja, termasuk aparat militer. Ini adalah musuh dalam selimut yang menghancurkan masa depan bangsa secara senyap,” tegas Danrem.

Danrem menekankan tiga pendekatan utama dalam upaya pemberantasan narkoba di lingkungan TNI, yaitu Sikap tegas dan konsisten dalam penegakan hukum, Kehidupan bersih dan sehat sebagai bentuk keteladanan dan Kepedulian kolektif untuk saling mengingatkan sesama anggota.

Kegiatan ini tidak hanya bersifat formalitas, namun menjadi momentum pembekalan bagi personel agar lebih memahami bahaya laten narkoba dari sisi medis dan hukum.

Hadir sebagai narasumber pertama, dr. I Gusti Made Noviani memberikan pemaparan komprehensif mengenai jenis-jenis narkoba, efek samping, serta ciri-ciri pengguna narkoba. Ia menekankan bahwa zat narkotik dapat merusak fungsi otak, psikis, serta menyebabkan gangguan sosial yang berat.

“Perubahan perilaku, emosional tidak stabil, penurunan performa kerja, dan ketergantungan fisik adalah indikator awal pengguna narkoba. Deteksi dini sangat penting untuk pencegahan,” jelas dr. Noviani.

Sementara itu, Kakumrem 162/WB, Mayor Chk Daniel Dwi Saputro, S.H., M.H., menyampaikan aspek hukum terkait pelanggaran narkotika. Ia menjelaskan bahwa UU No. 35 Tahun 2009 memberikan sanksi tegas berupa hukuman penjara seumur hidup, denda miliaran rupiah, bahkan pidana mati bagi bandar dan pengedar.

Ia juga menggarisbawahi PP No. 39 Tahun 2010 yang memberi wewenang TNI untuk memecat prajurit yang terbukti terlibat narkoba, tanpa kompromi. “Prajurit adalah contoh dan pelindung masyarakat. Jika justru terlibat, maka institusi wajib bertindak tegas,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Korem 162/WB tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif prajurit akan pentingnya hidup sehat dan berintegritas. Sosialisasi P4GN menjadi bagian penting dari program pembinaan personel agar terhindar dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Selaku Penanggungjawab kegiatan, Kasi Intel Korem 162/WB Letkol Inf Joko Wahyu Hanggono berharap kegiatan ini bisa menjadi pengingat sekaligus penyemangat bagi seluruh personel untuk menjadi garda terdepan dalam upaya memutus rantai peredaran narkoba, khususnya di wilayah NTB.

“Kita ingin Korem 162/Wira Bhakti menjadi institusi yang bersih dari narkoba dan menjadi contoh dalam membangun lingkungan militer yang sehat, disiplin, dan berintegritas,” pungkas Joko.

(Penrem162)