Mataram, NTB – Komandan Komando Resor Militer 162/Wira Bhakti, Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief, S. Sos., memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-117 Tahun 2025 di Lapangan Gatot Subroto, Korem 162/WB, Jalan Lingkar Selatan, Mataram, Selasa (20/5/2025).

Upacara yang mengusung tema nasional “Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat” ini diikuti dengan khidmat oleh seluruh Pejabat Utama Korem 162/WB, para Perwira, Bintara, Tamtama, serta Pegawai Negeri Sipil jajaran Korem 162/WB.

Dalam amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang dibacakan oleh Inspektur Upacara, Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief, S. Sos., ditekankan bahwa peringatan Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar seremonial belaka, melainkan momentum untuk membuka kembali lembaran sejarah perjuangan bangsa dalam meraih kemerdekaan.

Semangat persatuan dan kesadaran akan pentingnya berdiri di atas kekuatan sendiri, yang dipelopori oleh Budi Utomo 117 tahun silam, harus terus relevan dalam menjawab tantangan zaman kini yang semakin kompleks.

“Kebangkitan adalah ikhtiar yang terus hidup. Ia menuntut kita untuk tidak terjebak dalam romantisme masa lalu, tetapi menuntut keberanian untuk menjawab tantangan zaman ini,” ujar Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief, S. Sos., mengutip amanat Menteri Komdigi. Tantangan-tantangan tersebut meliputi disrupsi teknologi, ketegangan geopolitik, krisis pangan global, dan ancaman terhadap kedaulatan digital.

Lebih lanjut, amanat tersebut menyoroti posisi Indonesia di kancah global yang mengedepankan politik luar negeri bebas aktif, sehingga mampu menjadi Trusted Partner dan menjalin dialog produktif dengan berbagai pihak. Semangat kebangkitan nasional juga tercermin dalam upaya pembangunan di dalam negeri yang tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada keadilan dan pemerataan kesejahteraan.

Disampaikan pula mengenai program-program prioritas Pemerintah dalam 150 hari pertama Kabinet Merah Putih, seperti Program Makan Bergizi Gratis, layanan pemeriksaan kesehatan gratis, pembentukan Danantara Investment Agency, serta percepatan pusat pelatihan vokasi dan penguatan talenta digital. Langkah-langkah ini diharapkan dapat membangun fondasi yang kokoh bagi kemajuan bangsa, dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar rakyat.

“Seluruh upaya ini berpulang pada satu tujuan besar: membangun masa depan yang tidak hanya lebih maju, tetapi benar-benar berpihak pada rakyat,” tegas amanat tersebut. Pemerintah telah menetapkan Asta Cita sebagai kompas utama Kebangkitan Nasional, dengan delapan misi besar untuk menghadirkan perubahan yang nyata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini diharapkan dapat membangkitkan kembali semangat persatuan, rasa cinta tanah air, serta menghormati perjuangan para pahlawan bangsa. Selain itu, momentum ini juga bertujuan untuk menginspirasi kebangkitan bersama seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi tantangan masa kini, mempererat gotong royong, membangun Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan, serta menumbuhkan semangat inovasi dan harapan, terutama bagi generasi muda sebagai penggerak masa depan bangsa. (Penrem162)