Sumbawa Besar, NTB – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Kodim 1607/Sumbawa menggelar panen raya jagung yang dipimpin langsung oleh Dandim 1607/Sumbawa, Letkol Czi Eko Cahyo Setiawan, S.E., M.Han. Acara ini berlangsung di lahan kosong Makodim 1607/Sumbawa, yang berlokasi di Jl. Yos Sudarso, Kelurahan Uma Sima, Kabupaten Sumbawa, pada Senin (9/9/2024).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan TNI AD yang bertujuan untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan kosong, guna mendukung ketahanan pangan nasional dan mendorong Indonesia menjadi negara yang lebih maju. Pemanfaatan lahan kosong menjadi salah satu upaya konkret dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga stabilitas pasokan pangan.

Panen raya jagung kali ini menjadi bukti nyata keberhasilan program ketahanan pangan TNI AD, di mana lahan kosong seluas sekitar 5.000 meter persegi (1/2 hektar) di Makodim 1607/Sumbawa berhasil diubah menjadi lahan produktif. Hasil panen ini nantinya akan dimanfaatkan oleh prajurit Kodim 1607/Sumbawa serta mendukung kebutuhan pangan di lingkungan lokal.

Selain bertujuan untuk meningkatkan hasil pertanian, program ini juga menitikberatkan pada optimalisasi lahan tidak produktif melalui budidaya tanaman pangan lokal. Pendekatan ramah lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam yang bijak menjadi fokus utama untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Dandim 1607/Sumbawa, Letkol Czi Eko Cahyo Setiawan, S.E., M.Han., menyatakan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. “Kami berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mencapai ketahanan pangan nasional. Dengan memanfaatkan lahan yang ada secara optimal, kami berharap dapat memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi lokal,” ujar Dandim.

Dukungan penuh dari pemerintah daerah dan instansi terkait turut memperkuat sinergi antara TNI AD dan masyarakat dalam menciptakan model pertanian yang berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh yang dapat diadopsi di wilayah-wilayah lain di Indonesia dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Selain itu, kegiatan ini membuka peluang baru bagi petani lokal untuk meningkatkan pendapatan mereka, serta menghadirkan produk pertanian berkualitas bagi masyarakat. Inisiatif ini merupakan langkah strategis menuju kemandirian pangan dan keberlanjutan ekonomi di Indonesia. (Pendim 1607)