Mataram, NTB — Dalam upaya memperkuat ketahanan wilayah serta mencegah ancaman radikalisme dan separatisme, Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Mataram menggelar kegiatan Pembinaan Komunikasi Sosial Cegah Tangkal Radikalisme/Separatisme di Aula Kodim 1606/Mataram, pada Kamis (10/10/2024).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan instansi terkait, termasuk tokoh agama, pemuda, serta perwakilan dari lembaga pemerintah dan aparat keamanan. Partisipasi dari berbagai pihak ini mencerminkan sinergi yang kuat dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.
Acara dibuka oleh Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1606/Mataram, Letkol Inf Supriadi, S.H., M.H., yang menyampaikan pentingnya kerja sama antara TNI dan masyarakat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa radikalisme dan separatisme merupakan ancaman serius yang dapat merusak persatuan bangsa. “Kami terus mengajak masyarakat untuk waspada terhadap gerakan yang berpotensi memecah belah bangsa. Kehadiran bapak-ibu sekalian di sini sangat penting sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah,” ucapnya.
Hadir dalam acara tersebut antara lain Pasi Intel Kodim 1606/Mataram, Mayor Cke Danang Kristiyanto; Pjs. Pasi Ter Kodim 1606/Mataram, Mayor Inf I Made Suwandi; Komandan Koramil (Danramil) 1606-01/Cakranegara, Kapten Inf Iwan Suryawinarto, serta sejumlah tokoh masyarakat, agama, dan pemuda dari wilayah binaan Kodim 1606/Mataram. Selain itu, perwakilan dari Polresta Mataram, Polres Lombok Barat, Satpol PP, dan Kesbangpol juga turut aktif berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Dalam kesempatan tersebut, Pasi Intel Kodim 1606/Mataram, Mayor Cke Danang Kristiyanto, menegaskan bahwa pembinaan komunikasi sosial ini merupakan bagian dari program strategis untuk menjaga ketahanan wilayah. “Kita semua memiliki tanggung jawab bersama untuk menangkal pengaruh buruk radikalisme dan separatisme. Waspadai setiap pergerakan mencurigakan dan laporkan kepada pihak berwenang agar tindakan preventif dapat segera diambil,” tegasnya.
Kegiatan ini juga diisi dengan penyampaian materi dari para narasumber yang menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya radikalisme dan separatisme. Para pemateri juga menyampaikan langkah-langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah berkembangnya paham-paham berbahaya, termasuk pentingnya melaporkan setiap aktivitas yang mencurigakan di lingkungan masing-masing.
“Kami berharap, dengan adanya pembinaan ini, masyarakat dapat lebih sigap dalam menjaga wilayahnya dari pengaruh-pengaruh negatif yang berpotensi mengancam persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Kasat Binmas Polresta Mataram, Kompol Adnan Manan.
Pembinaan ini diharapkan mampu mempererat sinergi antara TNI, Polri, dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta kedaulatan negara, terutama di wilayah Mataram dan sekitarnya. Kodim 1606/Mataram akan terus melaksanakan program-program serupa guna mewujudkan kesadaran kolektif akan bahaya radikalisme dan separatisme serta pentingnya mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara. (Pendim 1606)