Netralitas TNI pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentah tahun 2018 dan Pemilu maupun pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) tahun 2019 mendatang adalah harga mati. Hal ini sering disampaikan oleh pimpinan TNI mulai dari tingkat pusat hingga daerah pada setiap waktu dan kesempatan. Hari ini Selasa (7/3) Korem 162/WB kembali lagi menggelar sosialisasi tentang menjaga Netralitas TNI pada Pilkada serantak Juni mendatang.
Sosialisasi yang dihadiri ratusan Prajurit Korem 162/WB, Satdisjan, Kodim 1606/Lobar, Yonif 742/SWY dan Kompi C Yozipur 18/YKR di Aula Sudirman Makorem 162/WB tersebut dibuka oleh Kasiter Korem 162/WB Letkol Inf I Nyoman Sumitra.
Pada kesempatan tersebut, Danrem 162/WB Kolonel Inf H. Farid Makruf, M.A., melalui amanatnya yang dibacakan Sumitra menyampaikan sebagai aparat TNI yang senantiasa taat kepada ketentuan hukum yang berlaku maka tidak diperbolehkan dan dilarang keras untuk ikut terlibat atau dilibatkan dalam politik baik pada saat ini maupun pada saat pencoblosan nanti.
Dilanjutkan, bagi para PNS yang berdinas dilingkungan militer silahkan menggunakan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani kalian, namun tidak boleh ikut terjun langsung bermain politik didalamnya dan jangan saling mempengaruhi serta hindari memberikan kementar kepada pasangan calon maupun Parpol pendukung.
“Pimpinan akan terus berupaya untuk tetap menjaga netralitas TNI baik pada Pilkada, Pemilu maupun Pilpres mendatang dengan komitmen apabila ketahuan sengaja maupun tidak sengaja melanggar ketentuan yang sudah ditetapkan dilingkungan TNI maka akan diberlakukan sanksi yang tegas terhadapnya”, tegasnya
Sumitra berharap, melalui kegiatan sosialisasi ini kita semakin solid dan kompak untuk menjaga netralitas TNI sehingga kepercayaan publik kepada TNI tetap terpelihara seperti sekarang ini”, pungkasnya.