MATARAM, NTB — Komandan Korem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief, S.Sos., memimpin Apel Siaga 1 jajaran Garnizun Mataram di Lapangan Gatot Subroto Makorem 162/WB, Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram, Senin (9/3/2026). Apel tersebut diikuti sekitar 600 prajurit dari berbagai satuan jajaran Korem 162/WB sebagai bentuk pengecekan kesiapsiagaan personel dan satuan dalam menghadapi dinamika perkembangan situasi strategis.
Kegiatan tersebut turut dihadiri pejabat utama Korem 162/WB, para Komandan dan Kepala Balak Aju, serta prajurit jajaran Korem 162/WB.
Dalam amanatnya, Danrem menegaskan bahwa apel siaga merupakan sarana untuk memastikan kesiapan operasional prajurit sekaligus menanamkan disiplin dan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas. Ia menekankan kepada para komandan satuan agar memastikan kebenaran data personel serta melakukan pengawasan ketat terhadap keberadaan prajurit di satuannya.
Lebih lanjut Danrem menyampaikan bahwa dinamika lingkungan strategis global saat ini menunjukkan peningkatan tensi geopolitik di berbagai kawasan dunia yang berpotensi berdampak terhadap stabilitas keamanan regional maupun nasional. Oleh karena itu, seluruh jajaran Korem 162/WB diinstruksikan untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel dan perlengkapan, memperkuat deteksi dini, serta mengantisipasi setiap perkembangan situasi yang dapat mempengaruhi stabilitas wilayah.
Sebagai langkah konkret, satuan jajaran Korem 162/WB juga diarahkan untuk meningkatkan patroli pada objek vital strategis, pusat-pusat perekonomian, serta sarana transportasi guna memberikan rasa aman kepada masyarakat. Selain itu, sinergi dengan pemerintah daerah, kepolisian, dan seluruh komponen masyarakat perlu terus diperkuat dalam rangka menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Melalui Apel Siaga 1 tersebut, Danrem berharap seluruh prajurit senantiasa menjaga disiplin, profesionalisme, dan integritas dalam setiap pelaksanaan tugas, sehingga Korem 162/Wira Bhakti dapat terus berperan aktif dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah serta mendukung keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Penrem162


