Mataram, NTB – Komandan Korem 162/Wira Bhakti, Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief S.Sos, menghadiri Puncak Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKBN) Tahun Anggaran 2025 yang diselenggarakan di Gedung Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Sabtu (26/4/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, S.IP., M.Si., jajaran Forkopimda NTB, pejabat kementerian terkait, perwakilan Kedutaan Besar Australia, lembaga pendidikan, serta unsur masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur NTB menekankan bahwa kesiapsiagaan bencana adalah kebutuhan esensial di tengah potensi besar dan kerentanan NTB terhadap bencana alam. Ia menegaskan bahwa NTB harus mampu melindungi tidak hanya warga lokal, tetapi juga wisatawan, seiring visinya menjadikan NTB destinasi wisata kelas dunia.

Sementara itu, Ketua Komisi VIII DPR RI dalam sambutannya menegaskan dukungan terhadap revisi Undang-Undang Penanggulangan Bencana dan pentingnya membangun resiliensi kolektif nasional. Dari aspek pendidikan, perwakilan Kementerian Pendidikan mendorong penerapan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) secara lebih integratif dan berkelanjutan di seluruh sekolah.

Dalam arahannya, Kepala BNPB RI mengingatkan bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat risiko bencana tertinggi di dunia. Ia menegaskan pentingnya memperkuat sistem pencegahan dan mitigasi untuk memperkecil dampak bencana secara nasional.

Pada kesempatan tersebut, Danrem 162/WB menegaskan komitmen TNI dalam mendukung ketahanan daerah dan nasional melalui partisipasi aktif dalam upaya penanggulangan bencana.

“Partisipasi Korem 162/Wira Bhakti dalam kegiatan ini menunjukkan keseriusan kami untuk terus bersinergi dalam membangun ketangguhan bangsa terhadap bencana secara terpadu dan berkelanjutan,” ujar Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, dilakukan simulasi bencana nasional serentak yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari siswa sekolah hingga instansi pemerintahan. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen bersama dalam membangun budaya sadar bencana di seluruh lapisan masyarakat. (Penrem162)