Lombok Tengah, NTB – Semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat kembali mewarnai Dusun Bagu, Desa Bagu, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, anggota Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-124 bahu-membahu bersama warga setempat menggali pondasi dasar jembatan penghubung pada hari Sabtu, (11/05/25).

Komandan Korem 162/WB, Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief, S.Sos., menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya yang tinggi kepada seluruh anggota Satgas TMMD Ke-124 atas dedikasi dan semangat pantang menyerah mereka dalam mewujudkan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat. “Saya sungguh bangga melihat bagaimana anggota Satgas TMMD Ke-124 dengan penuh semangat menggali pondasi jembatan ini bersama warga. Ini adalah cerminan sejati dari kemanunggalan TNI dan rakyat, yang merupakan inti dari program TMMD,” ujarnya.

Lebih lanjut, Danrem 162/WB menekankan pentingnya semangat pengabdian, kekompakan dan keselamatan kerja bagi seluruh anggota Satgas. “Teruslah jaga semangat pengabdian kalian. Kekompakan adalah kunci keberhasilan, dan utamakan selalu keselamatan dalam bekerja. Apa yang kalian lakukan saat ini adalah investasi berharga untuk masa depan Dusun Bagu dan Nusa Tenggara Barat,” tegasnya, sambil menambahkan bahwa Korem 162/Wira Bhakti akan terus memberikan dukungan penuh untuk kelancaran program TMMD ini.

Serma Lalu Zulkarnain, salah satu anggota Satgas TMMD Ke-124, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bagian integral dari program TMMD Ke-124 Kodim 1620/Loteng yang bertujuan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Jembatan penghubung ini akan menjadi akses vital yang menghubungkan dua dusun yang selama ini sulit dijangkau, terutama saat musim hujan tiba,” ungkapnya.

Lalu Zul menambahkan bahwa pembangunan jembatan ini sangat didambakan oleh masyarakat Dusun Bagu. Selama ini, warga harus menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk beraktivitas antar dusun, terutama ketika sungai meluap. “Kami bersama warga bekerja keras menggali pondasi jembatan. Meskipun cuaca cukup panas dan kondisi tanah yang keras, semangat gotong royong warga sangat luar biasa,” katanya dengan penuh semangat.

Jalal (52), seorang warga Dusun Bagu, tidak dapat menyembunyikan rasa syukur dan antusiasmenya atas dimulainya pembangunan jembatan ini. “Kami sangat berterima kasih. Selama ini, saat musim hujan, air sungai sering meluap dan kami harus menunggu berjam-jam hingga surut untuk bisa menyeberang. Dengan adanya jembatan ini, akses antar dusun akan menjadi lebih mudah dan aman, terutama untuk membawa hasil bumi dan keperluan lainnya,” tuturnya dengan wajah sumringah.

Diharapkan, pembangunan jembatan penghubung di Dusun Bagu ini dapat berjalan lancar dan selesai sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Keberadaan jembatan ini diyakini akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi aktivitas sehari-hari masyarakat, memperlancar perekonomian, dan meningkatkan kualitas hidup warga Dusun Bagu serta wilayah sekitarnya.

“Program TMMD Ke-124 ini adalah bukti nyata sinergi yang kuat antara TNI dan rakyat dalam membangun desa. Kami berharap jembatan ini akan membawa manfaat besar dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Dusun Bagu,” pungkas Serma Lalu Zulkarnain.

(Penrem162)